You are currently browsing the category archive for the 'Cerpen' category.
Sebuah Cerpen:
Dadanya berdentum-dentum tatkala terbayang perjalanan Linggom dan Riana menuju gereja—diikuti rombongan orangtua, handaitolan, tetangga–yang harus melintasi jalan di depan rumahnya. Read the rest of this entry »
[sebuah cerpen]
Penonton yang menjagokan amang Ronggur mulai bingung melihat pola permainannya kali ini. Kemenangan yang tadinya sudah pasti di depan mata mulai luntur tatkala pertahanan amang Ronggur mulai goyah. Read the rest of this entry »












Komentar Terakhir