Tulisan dari ‘Sastraku’ Kategori

Tak Ada Kado Untukmu, Nak!

…kedua anaknya selalu bersemangat membanggakan bapak mereka orang hebat. Kerja di Jakarta…

Silomos & Sibulus: Doa Sejauh Awang

Dua hari yang lalu, HP Silomos, Nokia 5110, yang kalau dipake nimpuk anjing akan pingsan, berdering disaat ia dan Sibulus tengah istirahat makan siang. Ternyata dari si Meta, adik iparnya, yang diusia kepala tiga belum juga menikah karena terlalu menikmati pekerjaannya sebagai penenun ulos.

Aku Bukan Penyair

Menyebut diri seorang penyair, sama halnya Menunggu Godot

Aku, Puisi, Kekinian & Tanya

“Puasalah kau! Makanya, ibu tidur-tiduran biar laparnya diam…”

Kebaya Pengantin

Sebuah Cerpen: Dadanya berdentum-dentum tatkala terbayang perjalanan Linggom dan Riana menuju gereja—diikuti rombongan orangtua, handaitolan, tetangga–yang harus melintasi jalan di depan rumahnya.

Lapo Tuak

[sebuah cerpen] Penonton yang menjagokan amang Ronggur mulai bingung melihat pola permainannya kali ini. Kemenangan yang tadinya sudah pasti di depan mata mulai luntur tatkala pertahanan amang Ronggur mulai goyah.

Nestor: Irama Tembang Purba

Rimba terkesiap. Jantungnya berdebar lebih keras. Ayunan tangan yang gemulai itu membuat ketiak gadis itu tersingkap. Kedua bukit yang tersimpan di balik lilitan kain sarung bergoyang kenyal. Rimba menelan ludah. Goyangan itu membuat kedua bukit itu seakan mau melompat menembus kain yang membalutnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.