Bentar Lagi Gocap
“Nih, saya kasih hadiah untukmu. Saya bersyukur, sebentar lagi kamu akan mati”
Apa Adanya, Itulah Hidup
“Nih, saya kasih hadiah untukmu. Saya bersyukur, sebentar lagi kamu akan mati”
…kedua anaknya selalu bersemangat membanggakan bapak mereka orang hebat. Kerja di Jakarta…
Hukum di negara tercinta ini selalu diintervensi demi kepentingan tertentu
Aku sangat kecewa dengan tingkat keselamatan pekerja di negeri ini. Ini sudah yang puluhan kali terjadi.
Dua hari yang lalu, HP Silomos, Nokia 5110, yang kalau dipake nimpuk anjing akan pingsan, berdering disaat ia dan Sibulus tengah istirahat makan siang. Ternyata dari si Meta, adik iparnya, yang diusia kepala tiga belum juga menikah karena terlalu menikmati pekerjaannya sebagai penenun ulos.
Aku hanya prihatin saja
“Kau injak tanahku… kuinjak pulaklah tanah kau!”
Si Botak “koki” warung itu, yang matanya suka liar ke kami, belakangan ini tatapannya setiap kami melewati warungnya, suka nelangsa.
Rating cuma “pemaksaan” kepuasan penonton karena tidak ada pilihan lain yang lebih berkwalitas dari yang sudah ada.
Pola pikir hidup manusia layaknya sebuah bangunan. Tidak serta-merta lahir menjadi seorang cedekiawan, ahli ekonomi, atau ahli agama…etc.