Love1Shania Twain
…bersikaplah untuk jujur karena itu merupakan urusan yang sangat serius…

[artikel ini dikirim Sally, seorang teman yang bekerja di salah satu perusahaan swasta, dan banyak berkomunitas dilingkungan penulis-penulis Kristen. Dia ingin sekali artikelnya ini saya muat di blogku. Saya pikir, artikel ini menarik; bagaimana seorang wanita muda Kristen memandang perihal berpacaran. Selamat membaca.]

by Sally Pasaribu

Pacaran merupakan suatu hubungan yang special untuk menemukan dua pribadi yang berbeda, agar bisa saling mengenal, sehingga ada emosi yang terjalin untuk saling mengasihi. Namun bagaimana bila hubungan pacaran yang special itu dibangun dengan kebohongan artinya pura-pura cinta? Mampukah hubungan itu bertahan lama? Seandainya pun hubungan itu dapat bertahan lama apakah akan berakhir dengan kebahagiaan?

Sekarang banyak pasangan yang merasa nyaman dan enjoy bila membina hubungan tidak berdasarkan pada kepercayaan. Bermacam-macam alasan yang mereka ungkapkan. Ada yang mengatakan kalau mau pacaran lihat dulu dong merk handphonenya… keluaran terbaru gak….? Orangnya oke gak…? Bahkan ada yang mengatakan untuk apa pacaran serius toh nanti disakiti, jadi kalau bisa berikan cinta hanya 25% saja sehingga bila hubungan putus tidak patah hati. Bahkan ada yang berpacaran tetapi tidak cinta, dengan kata lain orang yang dikencaninya bukanlah pasangan yang terakhir.

Kita semua pernah menonton acara pertemuan para lajang yang ditayangkan televisi. Acara ini merupakan kencan realita untuk mempertemukan orang-orang yang menginginkan jodoh. Pertama-tama muncul acara The Bachelor kemudian Joe Millionaire sampai For Love or Money. Semua acara di atas merupakan produk luar negeri bahkan stasiun televisi swasta pun tak mau ketinggalan untuk meniru dengan versi Joe Millionaire Indonesia. Latar belakang para peserta pun dari kalangan tingkat sosial yang tinggi; baik pendidikan, jabatan maupun pekerjaan. Acara pertemuan ini dikemas sangat menarik dari mulai tempat tinggal, mobil antar jemput, makanan, sampai hadiah-hadiah menarik, sehingga semua orang bukan saja peserta, tapi penonton pun ikut dibuatnyua terbuai. Kalau bisa dialah yang terpilih untuk menjadi soulmatenya. Dalam acara itu dipertemukanlah seseorang dengan jodoh yang diingininya, sehingga ia dapat memilih. Dalam masa perkenalan merekapun diberi kesempatan untuk saling mempelajari sebanyak mungkin segala hal tentang sifat masing-masing. Namun dibalik keindahan pertemuan apakah semua peserta akan mengungkapkan siapa dia, baik kekurangan dan kelebihan, apakah serius atau tidak, atau hanya untuk mendapatkan uang?

Ketika acara tersebut selesai seseorang yang mencari soulmate ini mengatakan bahwa setiap peserta yang dikencaninya itu pribadinya menyenangkan, wawasannya luas, ramah, pokoknya segala pujian yang menyenangkan. Akibatnya banyak topeng-topeng yang dikenakan melalui wajah-wajah yang menarik dan tingkah laku yang sopan. Yeah acaranya memang menyenangkan mata dan menyegarkan pikiran. Sehingga mengundang perhatian banyak orang di dunia ini untuk tidak melewatkan acara tersebut.

Kebohongan Yang Menghacurkan

Setiap orang berhak untuk memilih pasangan yang tepat bagi hidupnya. Setiap orang bebas untuk memutuskan siapa yang akan mendampinginya kelak. Tapi kebebasan memilih dan berhak untuk memilih bukan berarti memberikan harapan-harapan kosong dalam membina hubungan. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang berharap mendapatkan pasangan yang tidak baik. Semua pasti berharap pasangannya ini sesuai dengan impiannya. Membina hubungan yang tidak serius dengan seribu alasan yang akan kita pakai untuk membenarkan sikap ini akan menyakiti, baik kita maupun orang yang dikencani. Bisa saja kita beralasan ketidakseriusan berhubungan hanya karena ingin sight seeing, mau coba-coba kalau cocok oke kalau tidak tinggalkan. Sehingga keasyikkan untuk gonta-ganti pacar ini diakibatkan tidak adanya ikatan khusus. Mungkin juga di antara kita ada yang berpendapat bahwa perempuan gampang untuk dibohongi karena ia memang senang untuk dibohongi, sementara laki-laki itu suka untuk mendapatkan tantangan sehingga makin ditantang makin menggebu. Namun ingatlah apa yang dikatakan oleh Kitab Amsal Sulaiman 21:8 “Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya”. Berarti bahwa jalan sipenipu itu berliku-liku sehingga ia juga akan disesatkan oleh perbuatannya sendiri. Tuhan menginginkan anak-anak-Nya untuk hidup tidak mendua hati (lih Yak 4:8), berarti dalam membina hubungan pun jangan dibangun dengan kebohongan. Karena sikap yang mendua hati berarti sudah menyia-nyiakan kasih Kristus kepada kita. Sehingga kita pun tidak bisa mengerti apa kehendak Bapa kepada kita. Begitu juga dalam hubungan yang tidak serius, kita tidak bisa mengenal pribadi dari pasangan yang kita kencani karena kita sudah bersandiwara dari awal hubungan itu dibina. Bahkan syair dunia pun menyenandungkan Jangan Ada Dusta di Antara Kita, berarti bahwa hubungan itu haruslah bersikap apa adanya, ada keterusterangan baik tentang masa lalu dan juga harapan akan masa depan dari hubungan tersebut. Jadi bila ingin menemukan pasangan yang tepat bersikaplah untuk jujur karena itu merupakan urusan yang sangat serius dimana ada tujuan yang indah dan kerinduan yang kuat.

Daya Tarik Yang Menghacurkan

Kita sering memakai kaca mata orang lain dalam memilih pasangan yang sebenarnya, yang menyatakan dia bukanlah orang yang terakhir untuk menjadi pendamping. Dalam arti lain kita memaksakan diri untuk mencintainya hanya karena untuk menyegarkan pandangan terhadap pasangan. Ini diakibatkan oleh daya tarik dan kebutuhan-kebutuhan duniawi yang fokus perhatiannya pada tubuh dan kepribadian. Kalau boleh dengan jujur pada saat jatuh cinta pasti kita semua pertama sekali melihat seseorang itu melalui penampilannya dan juga wajahnya. Laki-laki mencintai perempuan karena ada daya tarik fisiknya melalui kecantikan wajah dan kemolekan tubuh baru kemudian kepribadiannya, sementara perempuan mencintai laki-laki karena laki-laki itu tampan, lembut dan penuh perhatian. Kalau benar memang dia lembut dan perhatian. Kita tidak tahu ketika daya tarik dari penampilan dan kepribadian itu memudar, memudar pulalah cintanya, apalagi bila terbuka topeng-topeng yang menutupi semua dan tanpa disadari kebosananpun menguasai kedagingan. Dalam Kitab Amsal Sulaiman 31:30 mengatakan “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji”. Berarti daya tarik fisik dan kepribadian itu adalah kebohongan dan sia-sia namun bila daya tarik itu tertuju pada rohani maka kemerosotan yang dialami terhadap tubuh dan kepribadian tidak akan dipedulikan lagi sehingga meraih hubungan yang penuh harapan.

Dasar Berpacaran

Jadi, sebenarnya pacaran bukanlah hanya sekadar untuk menemukan dua pribadi yang berbeda, namun yang lebih penting pacaran merupakan “perjanjian ilahi untuk menumbuhkan” yang berarti dalam berhubungan ada sikap untuk memberi dan membangun sehingga dua hati yang berbeda itu memiliki tujuan yang sama untuk saling menumbuhkan pribadi masing-masing tanpa menipu orang yang dikencani. Ada kepedulian terhadap perkembangan pasangannya dan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan pasangannya serta mampu untuk menolak godaan-godaan yang memuaskan kebutuhan pribadi namun lebih memusatkan perhatian pada pemenuhan kebutuhan orang lain. Seperti apa yang dikatakan dalam Kitab 2 Petrus 1:5-8 “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” ***